Cerita Kehamilan Trimester Pertama

Well… sekarang saya akan menceritakan pengalaman kehamilan anak yang ke-3. Dan insya Allah saya akan countinue menulis untuk bulan berikutnya. Amiin…

Kehamilan saya kali ini sebenarnya tidak direncanakan dan tidak diprogram. Karena anak-anak saya masih kecil-kecil, yang pertama perempuan baru berumur 5 tahun, sedangkan anak saya yang kedua laki-laki baru berumur 3 tahun. Kebayangkan rempongnya mengurus mereka yang notabene-nya masih belum mandiri dan memerlukan perhatian dan kasih sayang penuh dari kedua orang tuanya. Namun Allah SWT punya rencana lain dan memberikan kami titipan untuk dijaga dengan baik. Kamipun menerima dan mensyukuri amanah yang diberikan Allah SWT kali ini.

Tetapi kehamilan saya kali ini juga tidak terlalu mengherankan saya, karena saya dan suami memang berencana punya anak banyak, ya… lebih dari 2 anak lah. Dan saya agak parno menggunakan alat kontrasepsi, makanya sejak anak saya yang pertama berumur 8 bulan saya tidak pernah menggunakan alat kontrasepsi, kami hanya menggunakan cara lain (off the record). Jadi wajar sajalah kalau jarak anak-anak kami tidak terlalu jauh.

Kehamilan kali ini pun tidak saya sadari. Namun ada firasat disaat-saat bulan pertama. Kebetulan saya orang yang lumayan concern with body. Saya perhatikan perut saya mulai agak besar dan beda dari biasanya, lalu saya berfikir “ah… mungkin karena sekarang jarang olahraga dan akhir-akhir ini habis makan malam langsung tidur makanya perutnya jadi besar”. Jadi saya pun berusaha olahraga dengan melakukan senam zumba 2-3 kali dalam seminggu serta melakukan diet. Setelah beberapa minggu berjalan namun tidak terjadi juga perubahan yang signifikan pada perut saya. Saya lihat dikalender seharusnnya sudah jadwalnya datang bulan, biasanya haid saya teratur dan lancar tapi kali ini kok tidak. Saya pun mulai galau, gundah dan gulana, kemudia saya ceritakan kepada suami. Suami menyarankan agar dicek menggunakan testpack. Sebenarnya testpack itu ada berbagai macam, ada yang berbentuk strip, digital, stick dan pallet. Saya biasa menggunakan yang strip karena lebih mudah dicari dan harganya yang relatif lebih murah. Akhirnya suami saya membelikan testpack di warung sebelah rumah, dan malam harinya setelah bangun tidur langsunglah saya cek menggunakan testpack tersebut. Walaupun sudah beberapa kali melakukan testpack dikehamilan sebelumnya namun tetap saja perasaan deg-degan itu muncul. Saking gugupnya membacanya saja masih bingung dan harus bolak-balik kertas  untuk melihat petunjuk penggunaan. Setelah dicek hasilnya hanya muncul satu garis merah dan itu tandanya negatif.

Hasil Test Pack Negatif

Hari-hari pun berlalu seperti biasanya, namun saya merasakan ada sesuatu yang berbeda pada perut saya. Ketika saya berbaring santai, kaya ada denyut yang bergerak diperut saya. Saya pun kembali galau dan menceritakan kembali kroononologis (kaya cerita aja)kepada suami. Kemudian kami memutuskan untuk memeriksakan ke bidan yang letaknya tidak jauh dari tempat tinggal kami. Sesampainya di sana, saya berkonsultasi dengan bidan bahwa haidnya sudah telat satu bulan dan saya merasakan ada sesuatu yang bergerak dalam perut saya. Kemudian bidan pun meraba dan mencek perut saya, menurut bidannya saya tidak hamil hanya masuk angin saja.

Di bulan yang kedua saya digalaukan lagi karena tamu bulanan masih belum muncul, padahal sudah jadwalnya. Akhirnya saya pun membeli testpack lagi yang harganya lebih mahal di apotik, tapi masih yang bentuk strip. Besok paginya sesudah bangun tidur saya cek hasilnya masih juga garis merah satu artinya hasilnya negatif. Saya jadi bingung, karena akhir-akhir ini perasaan saya agak sensitif dan perut saya semakin membesar serta di daerah PD agak gatal-gatal. Ditambah  lagi saya merasakan ada yang beda dengan selera makan saya. Saya tidak mengalami muntah-muntah sih tetapi kadang mual dan nafsu makan berkurang.

Beberapa hari kemudian saya dan suami memutuskan untuk ke dokter kandungan untuk memeriksakan lewat USG biar lebih valid. Kami pun berangkat ke dokter kandungan, untungnya kami datang pertama jadi tidak perlu antri. Sebelum masuk keruang pasien di ukur dulu tekanan darah dan berat badan. Hasilnya tekanan darah saya normal dan berat badannya 48kg (tidak berbeda dari sebelum hamil). Ketika dokternya datang, saya dan suami langsung masuk ke ruang praktik sebagai pasien pertama kemudian saya berkonsultasi dengan dokter, terakhir haid akhir desember jadi kira-kira sudah dua bulanan telat tetapi waktu dites mengggunakkan testpack hasilnya negatif. Kata dokternya memang pada awal-awal mungkin saja belum bisa terdeteksi dengan menggunakan testpack. Untuk lebih jelasnnya kemudian perut saya diperiksa menggunakan USG dan dokternya bilang memang ada janin dalam perut saya kira-kira umurnya sudah dua bulan lebih dan prediksi melahirkannya sekitar akhir oktober atau awal november. Kemudian saya pun diberi vitamin oleh dokter yang diminum 1x sehari setiap pagi. Kami pun pulang ke rumah dengan hati yang lega dan tenang. Karena sudah pasti ada janin dalam perut saya. Alhamdulillah… ya Allah kami diberikan anugerah lagi untuk memiliki momongan.

Vitamin untuk Ibu Hamil

 

Setelah saya posting hasil USG dimedia sosial banyak teman-teman yang mengucapkan selamat dan mendoakan semoga ibu dan janinnya sehat sampai lahiran. Aminn…YRA. Terimakasih semuanya yang telah mendoakan. Semoga cerita kehamilan ini bermanfaat bagi ibu-ibu yang lagi mencari info tentang perkembangan kehamilan trimester pertama. Happy pregnancy :*

Hasil USG

5 Replies to “Cerita Kehamilan Trimester Pertama”

  1. Attractive component of content. I just stumbled upon your
    blog and in accession capital to assert that I get actually enjoyed account your weblog
    posts. Any way I’ll be subscribing to your augment or even I
    success you get admission to constantly fast.

  2. Woah! I’m really enjoying the template/theme of thi blog.
    It’s simple, yett effective. A lot of times it’s difficult to get that
    “perfect balance” between user friendlijess and visual appeal.
    I must say tthat you’ve done a superb job with this. In addition, the bog loads super quick for me on Firefox.
    Superb Blog!

  3. Whats up this is kinda of off topic but I was
    wanting to know iff blogs use WYSIWYG editors or if yoou have to manually clde wth
    HTML. I’m starting a blog soon but have noo coding experience sso I
    wanted to get guidance from someone with experience.
    Any help would be enormously appreciated!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *