Kebiasaan Buruk Ketika Lebaran Yang Perlu Dihindari

Lebaran baru saja kita lewati, semua orang pasti bersuka cita menyambut hari kemenangan ini. Momen idul fitri harusnya menjadi titik balik seseorang menjadi fitrah atau suci kembali. Setelah berpuasa di bulan ramadhan selama kurang lebih 30 hari dan melakukan kebiasaan-kebiasaan yang baik. Misalnya makan secara teratur dengan menu-menu yang sehat dan bergizi dan rajin melakukan ibadah. Namun sadar atau tidak sadar terkadang momen lebaran malah membuat kita terbuai dan terlena akhirnya melakukan kebiasaan-kebiasaan yang buruk kembali. Kira-kira apa saja kebiasaan buruk itu?

  • Lalai beribadah

Saat bulan Ramadhan ibadahnya kenceng dan rajin banget seperti membaca Al-Qur’an (sampai  beberapa kali khatam Al-Qur’an), bersedekah (berbagi rezeki dan membukakan orang berpuasa), serta rajin melakukan shalat-shalat sunat (dhuha, tarawih, witir, tahajud dan shalat-shalat sunat lainnya), saat lebaran karena sibuk menyambut tamu mengerjakan shalat wajib saja menjadi lalai atau tidak tepat waktu. Apalagi 10 hari terakhir di bulan Ramadhan banyak yang mengejar lailatul qadar sehingga kita disibukkan dengan kegiatan ibadah seperti i’tikaf dari satu masjid ke masjid lain. Pas sudah lebaran kebiasaan ini sudah tidak bisa lagi dilaksanakan karena kecapean jalan-jalan ke mall atau tempat wisata bahkan sekedar nongkrong-nongkrong atau ngobrol yang tidak ada manfaatnya, Nah lho, jangan sampai seperti itu yaa. Seharusnya ibadah yang kita lakukan di bulan Ramadhan bisa berlanjut dan istiqomah sampai bulan-bulan berikutnya.

Ibadah

 

  • Pamer atau sombong

Momen lebaran biasanya digunakan untuk berkumpul bersama keluarga. Hal ini tentu sangat baik dan merupakan kegiatan yang sangat positif. Namun hal ini juga bisa menjadi kegiatan yang buruk jika dijadikan sebagai ajang pamer karena lama tidak berjumpa dengan keluarga. Bentuk pamernya bisa berbagai macam, bisa pamer baju, gadget, ataupun kendaraan mewah. Mending nggak usah deh, bukankah kita tahu bahwa semua yang kita miliki di dunia ini tidak kekal dan hanya titipan Allah SWT semata yang sewaktu-waktu bisa Dia ambil dan tidak bisa dibawa kalau kita sudah meninggal.

Pamer Gadget

 

  • Menghambur-hamburkan uang

Biasanya saat hari lebaran, rezekipun bertambah karena ada THR dan tambahan pemasukan angpao dari para kerabat. Nah, jangan kalap mata ya melihat duit yang tiba-tiba banyaknya, sisihkan juga sedikit untuk bersedekah dan sebagian ditabung. Tidak usah terlalu nafsu untuk membelanjakan semuanya dalam waktu yang singkat.

Menghamburkan Uang

 

  • Makan Secara Berlebihan

Di setiap rumah maupun saat bersilaturahmi ke rumah sanak keluarga pasti menyediakan aneka macam hidangan yang enak-enak. Tak heran banyak yang pertahanannya jebol dan tidak bisa menahan hawa nafsunya untuk mencoba atau menghabiskan hidangan yang disajikan, walaupun sebenarnya perutnya tidak lapar. Nah, sesuatu yang berlebihan itu pasti tidak baik termasuk makan. Bukankah dalam agama kita diajarkan sunnahnya makan, yaitu berhenti sebelum kenyang.

Makan Berlebihan

 

  • Kebanyakan Santai

Saat lebaran adalah momen liburan, sehingga dimanfaatkan untuk bersantai dan berleha-leha saja di rumah. Yang dikerjakan hanya makan, nonton dan tidur (bahkan bangunnya sering kesiangan). Begitu saja… rutinitasnya setiap hari. Boleh sih, istirahat dari kepenatan atau kejenuhan kerja, tapi, secukupnya saja. Nggak mau kan, kebiasaan leha-leha terbawa sampai pas udah masuk kerja nanti?

Kebanyakan Santai

 

Usahakan saat momen lebaran tetap produktif misalnya dengan melakukan olah raga, membersihkan rumah atau aktifitas lainnya yang melibatkan aktifitas fisik. Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa olahraga dapat membuat tubuh menjadi sehat dan bugar. Bahkan banyak dokter dan ahli kesehatan yang menyarankan kita untuk rutin berolahraga.

 

Itulah tadi kebiasaan-kebiasaan buruk ketika lebaran yang perlu dihindari baik oleh diri sendiri maupun anggota keluarga lainnya. Jadikan momen lebaran sebagai momen pengingat supaya lebih baik lagi setelah Ramadhan dan banyak berdo’a supaya ibadah di bulan Ramadhan diterima oleh Allah, SWT serta dipertemukan dengan Ramadhan tahun berikutnya. Aamiin.